Rasional Vs Emosional

Wow… kalo dari judulnya kayaknya sih berat nih topik kali ini yah…Hehehe, jangan nyerah gitu dunk…. I just want to share a little story about it.

Kenapa seringkali wanita di ibaratkan sisi yang selalu menempatkan Emosi sebagai hal yang utama, sedangkan pria di sisi yang Rasional? Well, maybe it because women are more sensitive in many ways, while men aren’t. But not all men are not sensitive…we can’t judge people, all we can do is learning to understand them and accept them the way they are.

Anyway, let’s start the story…

Pernahkan kalian dihadapkan pada suatu situasi dimana seharusnya pikiran Rasional yang bertindak, bukan Emosi yang bertindak? Pastinya pernah dunk.. gue yakin deh… J Tapi kadang, sering kali apa yang kita harapkan dari diri kita agar bertindak rasional disbanding emosional tidaklah semudah itu… Karena seringkali emosi yang pertama kali merasuki relung hati kita.. (cieeeh kata-katanya… ga kuat deh :p).

Misalnya, seseorang saat menerima kabar buruk atau kabar baik yang berhubungan dengan dirinya, apa reaksinya pertama kali? Pasti TERKEJUT (surprise…surprise… 🙂)bukan kah demikian? Itu adalah reaksi yang normal dari semua orang, kecuali orang yang ga punya perasaan, dingin.. pastinya tidak ada ekspresinya. Well, dari hamper semua orang yang gue kenal sih begitu, pasti kaget / terkejut, Mulai dari kaget karena senang atau kaget karena takut. It’s normal…

Nah, Itu baru menerima kabar, nah tahap selanjutnya setelah menerima kabar itu, bagaimana reaksi selanjutnya, apakah kita bisa tetap berpikir rasional mengenai hal itu? Rasanya untuk hal rasional ini, tidak semua orang bisa menghadapinya. Benarkah itu… Well, I don’t mean to judge the people, but from my point of view, almost everybody couldn’t deal with the rational it self after they heard the news….

Maybe I’m one of them too… hehehe just being honest to myself. Yeah…kadangan setelah kita terima kabar, apa yang kita lakukan, umumnya kalo hal yang buruk membuat kita panic… hahaha, padahal kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah….malah menambah masalah. Jadi teringat ama satu Quote : Worry doesn’t remove the sorrow of tomorrow, it removes the strength of today”So.. stop worrying, start thinking rationally.

By thinking rationally, we can open our heart n change our point of view in a positive way… (weleh jadi ada topic baru nih think positively). Don’t let emotion control you…because it tends to give bad influence for the people around us… Because if we get emotional, we tend to get angry and see everything not in a proper way…

Janganlah sampai kita dikendalikan oleh Emosi yang umumnya berakibat buruk bagi diri kita dan bagi orang-orang sekitar kita. Karena kalau kita emosi, kita cenderung Marah dan tidak dapat berpikir jernih sehingga melihat segala sesuatu itu salah/tidak benar.

Anyway…kayaknya ini udah ga kepanjangan basa basinya…. Hahaha mau ngalahin A mild nih ceritanya :p. Yang mau gue share disini adalah, kalau sedang menghadapi masalah, dan tidak bisa menahan emosi… ada baiknya kita menghindar dahulu dari orang sekitar kita, mencari tempat yang tenang untuk menenangkan diri, atau sekedar berteriak Aaaarrgggghhhh…ataupun menangis.. (tp jangan keras-keras malu loooh :)) mungkin bisa melepaskan emosi yang sudah tak tertahankan dan baru lah kita bisa berpikir lagi secara rasional. Untuk memikirkan apa langkah selanjutnya agar tidak lagi salah jalan…

Guys… semoga bacaan kali ini cukup menghibur kalian yah… Akhir kata… terima kasih mau baca blog gue dan kalo emang tidak menghibur mohon diisi aja comment apa aja, gue terima kok (lha wong gue bukan penulis professional 🙂) dan kalau saran dari gue ga berguna, mohon dimaapkan, karena terus terang..terang terus…philip terang terus (loooh kok jadi iklan sih :p)gue sendiri juga merasa gue kadangan masih belum bisa mengatur emosi..hihihi apalagi kalo menyangkut deadline, udah bawaannya senewen…maap yah temen-temen semua.. karena it’s nothing personal, it’s all because of work…

Dan, kalo ada masukan yang berguna lainnya, sangat diharapkan, bagaimana caranya mengatur emosi…ditunggu loh masukannya… Bye n Ciaoooo 🙂

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Rasional Vs Emosional

  1. ary says:

    hmm apa ya…
    emosi… emosi itu bahasa hati. marah, sedih, kecewa, takut, terkejut… itu semua bahasa hati n itu bener2 wajar dan manusiawi. tapi manusia dan binatang sama kan punya semua itu. nah yg membedakan, manusia dikasih akal, buat berpikir. itu yg membedakan manusia dgn binatang.
    akal ada buat menjadi kemudi hati. gunanya, membatasi bahasa hati yg berlebihan, ya itu td… emosi.
    ngendaliin emosi, gampang2 susah sih. caranya ya beda2. tp yg penting, saat emosi mau meluap, coba tarik nafas dlm2 dan ambil alih peran emosi sm akal. susah? ya perlu proses belajar. pernah ga stlh marah, kita nyesel stengah mati n mrasa ga enak? mah kalo mau marah, pikir dl apa tar bakal ga enak? n posisiin diri di tempat orang yg kita marahin, gmn rasanya. itu baru marah, tp klo dbahas satu2, kyknya bakal jd blog tersendiri hehehehe. gw pernah kasih tau cara blajarnya kan? inget aja ini : setiap kita merasa marah, takut, sedih, orang akan melihat bagian paling dalam dr diri kita lbh dr kalo kita telanjang, yaitu otak dan hati kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s